Jumat, 10 Maret 2017 18:22

Kapan Petani Indonesia Mulai Menanam Kedelai?

Nilai artikel ini
(0 votes)

Ditulis Oleh Prof. Mary Astuti -

Kedelai merupakan tanaman pangan sumber protein dan minyak yang sangat penting di dunia. Kedelai yang berasal dari China pada tahun 1100 BC tersebar luas ke seluruh dunia. Berdasarkan warna kulit biji kedelai ada 4 jenis kedelai yaitu kedelai kuning, kedelai hitam, kedelai hijau dan kedelai coklat. Di Indonesia kedelai hijau dan coklat sangat jarang di budidayakan. Yang banyak ditanam adalah kedelai hitam dan kedelai kuning.

Sejak kapan kedelai ditanam di Indonesia dan yang berwarna apa kulitnya? Untuk mendapatkan informasi kapan kedelai ditanam di Indonesia, bisa dipelajari dari warisan budaya nenek moyang, bisa berupa Candi dan Naskah atau buku kuno di jaman kerajaan di Indonesia. Pada Relief candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak ada tanaman kedelai, tanaman pangan yang ada dalam relief adalah padi, pisang, pohon nangka, pohon manga, pohon aren, pohon tebu, pohon durian, pohon jambu air dan pohon jeruk.

Pada Naskah Kuno yang berjudul Sri Tanjung, yang dituliskan oleh Empu Citragota di abad 13-14 menggunakan bahasa kawi, disebutkan Pangajaran patapan anglangu pangubonan mangke, tinanduran kacang wilis, uwi talěs lan těbu, kaḑěle lan kacang luhur, kumbili sabrang rowange, gěḑang gaḑingnya adulur, těbu cintamany ajajar, gěḑang gunting sami ajajar.

Terdapat beberapa tanaman pangan dipesawahan maupun ladang di daerah Blambangan, Jawa Timur yaitu padi yang ditanam di sawah sedangkan kacang hijau, talas, tebu, kedelai, kacang panjang, gembili, pisang ditanam di ladang. Masyarakat Jawa Kuno menyebut tanaman kedelai adalah kaěle* sedangkan masyarakat suku Osing yang berada di Blambangan menyebut kedelai adalah godel. Tanaman kedelai yang ditanam oleh masyarakat Jawa pada Abad 17, bijinya berwarna hitam. Kedelai hitam setelah dihilangkan kulitnya akan dibuat menjadi tepung dan dimanfaatkan oleh orang-orang Cina untuk dibuat menjadi Toustjian, semacam soon yang dibuat dari kacang hijau sekarang.

Masyarakat Jawa dalam membuat usar (Jamur yang menempel dalam daun waru) yang digunakan untuk membuat tempe selalu menggunakan kedelai hitam dan tidak pernah menggunakan kedelai kuning. Dengan demikian bisa diinformasikan bahwa tanaman kedelai mulai ditanam oleh masyarakat Jawa pada Jaman Majapahit dan yang ditanam adalah kedelai hitam.

Read 1479 kali

Add comment


Security code
Refresh

Kedelai Hitam Malika, Kedelai Berkualitas Asli Indonesia

11 Oktober 2016

Kecap dapat dikatakan sebagai salah satu pelengkap makanan yang kerap digunakan masyarakat Indonesia. Karena itu,...

Swasembada Kedelai, Indonesia Butuh 2 Tahun Lagi

11 Oktober 2016

Kementerian Pertanian menargetkan Indonesia bisa swasembada kedelai pada 2018 dengan penyaluran bantuan benih dan sarana...

Pamor Kedelai Edamame Indonesia Turun

11 Oktober 2016

Meski pun tidak begitu populer untuk dikonsumsi di dalam negeri, namun budidaya edamame cukup marak...

Mengapa pilih tempe untuk bisnis kuliner di London?

11 Oktober 2016

Seorang pemilik warung tempe di London mengatakan ia sangat suka tempe dan belajar di banyak...

Keseharian "bule penjual tempe" di London

11 Oktober 2016

Seorang warga Inggris yang memiliki warung tempe di London bercerita tentang kegiatannya dalam satu minggu...

Kunjungan Web

Hari ini1578
Kemarin2568
Minggu ini14037
Bulan ini49893
Total924310

Nampak
  • IP Anda: 3.228.21.186

October 2019
S M T W T F S
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31
Copyright © 2019 Pekakekal (Pengembangan Kajian Kedelai lokal) All Rights Reserved.
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada