Print this page
Selasa, 12 Desember 2017 14:52

Yang Perlu Difikirkan Untuk Beralih Ke Kedelai Lokal

Nilai artikel ini
(0 votes)

Kualitas kedelai lokal yang lebih baik dari kedelai import dan juga bersifat non modifikasi genetik (Non GMO/Genetic Modified Organism) merupakan nilai tambah yang dapat mendukung gerakan pemerintah dalam peningkatan gizi nasional. Ketergantungan akan kedelai impor selama ini yang bersifat GMO dan dapat berdampak pada kesehatan di masa depan membuat masyarakat Indonesia mengabaikan kedelai lokal. Hal ini ditunjukkan dari psikologi harga beli masyarakat yang masih rendah di kedelai lokal. Industri dan pelaku usaha pengolahan kedelai pun lebih memilih kedelai import dengan pertimbangan kemudahan ketersediaan stok sepanjang tahun membuat kedelai lokal semakin sulit berkompetisi dengan kedelai impor.

Produktifitas kedelai lokal sendiri terus mengalami penyusutan dari tahun ke tahun dan volume ketergantungan import senantiasa meningkat. Padahal, produk kedelai sebagai bahan olahan pangan berpotensi dan berperan dalam menumbuhkembangkan industri kecil menengah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dalam pengentasan kemiskinan dan meningkatkan potensi daerah dalam mewujudkan ketahanan serta keamanan pangan di Indonesia. Penggunaan kedelai lokal untuk menunjang industri kecil dalam berbagai pengolahan produk pangan seperti tempe, tahu dan kecap memiliki nilai yang sangat tinggi di tanah air lebih unggul karena kesegaran produk (lebih fresh), rasanya lebih gurih dan terasa kedelainya dan dalam berbagai kandungan kimia protein lebih tinggi dibanding import

Read 1517 kali

Terbaru dari: Administratif Pekakekal

Related items