Rabu, 12 Oktober 2016 14:48

Perusahaan Tempe asal Amerika, "Smiling Harah Tempeh"

Ditulis oleh
Nilai artikel ini
(1 Vote)
Smiling Harah Tempeh Smiling Harah Tempeh (VOA Indonesia)

Sebuah toko koperasi bernama "French Broad Food" yang terletak di kota Asheville, North Carolina bergerak dalam bisnis jual beli produk organik dan makanan sehat. Salah satu produk yang dijual di toko ini adalah makanan khas Indonesia, tempe.

Ada berbagai merek tempe tersedia di toko ini, namun yang paling laris adalah produk lokal bermerek "Smiling Harah Tempeh" yang dijual mentah dan sudah dimasak. Adapun pemilik perusahaan tempe keluarga ini adalah pasangan suami-istri Chad Oliphant dan Sarah Yancey.

"Saya sangat suka tempe dan tempe juga merupakan produk yang sangat menonjol karena itu homemade, jadi jarang tersedia di toko-toko. Karena itulah kami memproduksi tempe di Ashville untuk mengembangkan makanan buatan lokal," ujar Chad kepada VOA Indonesia.

Chad mempelajari proses fermentasi dan cara membuat tempe karena dirinya pernah duduk di kursi microbiotic institute di Massachusetts. Berbekal dari pengetahuannya itu, pada tahun 2009 Chad dan istrinya mendirikan "Smiling Harah Tempeh" yang berarti perut bahagia. Ribuan produk tempe mereka dipasok ke berbagai restoran dan toko, tidak hanya di kota Ashville tapi juga di sejumlah daerah di kawasan Amerika bagian Selatan.

"Walaupun harganya agak mahal karena mereka perusahaan lokal dan kecil, tapi tempe buatan mereka sangat laku, lalu mereka juga membuat produk tempe yang sudah dibumbui dan ternyata laku juga," ujar Ryan Prenger selaku manajer dari toko "French Broad Food".

Selain tempe berbahan dasar kacang kedelai, "Smiling Harah Tempeh" juga menggunakan bahan baku lain yang tidak lazim digunakan oleh produsen tempe di Indonesia seperti kacang tolo dan polong hitam. Banyak konsumen yang senang dengan tempe non-kedelai ini

"Tempe ini enak dan teksturnya seperti daging ayam, enak pokoknya," komentar Judih McNamara, seorang warga Ashville yang juga pelaggan "Smiling Harah Tempeh".

Usaha tempe ini kini menjadi tumpuan hidup bagi Chad dan keluarganya, namun lebih dari itu, tempe juga menjadi jendela untuk mengenal Indonesia.

Di Amerika, tempe memang masih kalah populer dengan tahu. Namun Chad percaya warga Amerika akan makin menggemari tempe karena rasanya yang enak dan bergizi. (VOA Indonesia)

 

Read 991 kali
petani

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Proin ornare consectetur sodales. Nulla luctus cursus mauris at dapibus. Cras ac felis et neque consequat elementum a eget turpis. Aliquam erat volutpat.

Add comment


Security code
Refresh

Kedelai Hitam Malika, Kedelai Berkualitas Asli Indonesia

11 Oktober 2016

Kecap dapat dikatakan sebagai salah satu pelengkap makanan yang kerap digunakan masyarakat Indonesia. Karena itu,...

Swasembada Kedelai, Indonesia Butuh 2 Tahun Lagi

11 Oktober 2016

Kementerian Pertanian menargetkan Indonesia bisa swasembada kedelai pada 2018 dengan penyaluran bantuan benih dan sarana...

Pamor Kedelai Edamame Indonesia Turun

11 Oktober 2016

Meski pun tidak begitu populer untuk dikonsumsi di dalam negeri, namun budidaya edamame cukup marak...

Mengapa pilih tempe untuk bisnis kuliner di London?

11 Oktober 2016

Seorang pemilik warung tempe di London mengatakan ia sangat suka tempe dan belajar di banyak...

Keseharian "bule penjual tempe" di London

11 Oktober 2016

Seorang warga Inggris yang memiliki warung tempe di London bercerita tentang kegiatannya dalam satu minggu...

Kunjungan Web

Hari ini1365
Kemarin2725
Minggu ini14749
Bulan ini54600
Total773419

Nampak
  • IP Anda: 18.206.13.39

August 2019
S M T W T F S
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Copyright © 2019 Pekakekal (Pengembangan Kajian Kedelai lokal) All Rights Reserved.
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada