Sabtu, 24 Desember 2016 13:47

POTENSI PROTEIN KECAMBAH KEDELAI DALAM MENSTIMULASI SEKRESI INSULIN PADA PANKREAS TIKUS NORMAL DAN DIABETES

Ditulis oleh
Nilai artikel ini
(0 votes)

Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari potensi protein biji dan kecambah kedelai (protein total dan TI), Kunitz Trypsin Inhbitor (KTI), dan Bowman Birk Inhibitor (BBI)  dalam menstimulasi sekresi insulin pada pankreas tikus normal dan diabetes melalui pengujian biologis secara in vitro. Tikus Sprague Dawley (SD) jantan yang diguna- kan dalam pengujian biologis secara in vitro dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tikus diabetes yang disiapkan dengan cara menginduksi melalui injeksi aloksan, dan tikus normal (tanpa diinjeksi aloksan).

Selanjutnya tikus dieksekusi dengan bius ether dan dilakukan pencucian beberapa kali dengan larutan RPMI 1640 LITE. Pencucian terakhir meng- gunakan buffer Kreb Ringer Bicarbonat sebelum pancreas islet yang diperoleh diinkubasi. Pancreas islet diinkubasi dalam Kreb buffer yang dicampur dengan 7 perlakuan media inkubasi yang berbeda, yaitu medium glukosa sebagai control (R), protein total biji kedelai (SPT), protein total kecambah kedelai (GPT), protein TI biji kedelai (SPTI), pro- tein TI kecambah kedelai (GPTI), KTI dan BBI. Inkubasi dilakukan selama 2 jam, kemudian disonikasi, dan sentrifu- gasi. Supernatan yang diperoleh disimpan pada suhu -20 oC untuk disiapkan dalam  analisis insulin mengggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi aloksan pada tikus dapat menginduksi terjadinya diabetes karena dapat meningkatkan gula darah tikus. Perlakuan media inkubasi berpengaruh terhadap kadar protein terlarut media dan kemampuannya menstimulasi islet untuk mensekresikan insulin. Protein kecambah kedelai memiliki kemam- puan menstimulasi sekresi insulin baik pada pancreas tikus normal maupun diabetes. Sekresi insulin dari islet dalam medium GPTI paling tinggi dibandingkan perlauan yang lain. Urutan potensi sekresi insulin dari pancreas tikus nor- mal, yaitu berturut-turut dari yang tertinggi GPTI, KTI, BBI, GPT, SPTI, SPT, dan R. Sedangkan pada pancreas tikus diabetes, yaitu dari yang tertinggi GPTI, GPT, SPTI, BBI, KTI, SPT, and R media. Secara umum disimpulkan bahwa potensi protein kecambah kedelai dalam menstimulasi sekresi insulin lebih baik dibandingkan protein biji kedelai.

Download Full Article

Read 859 kali

Add comment


Security code
Refresh

Kedelai Hitam Malika, Kedelai Berkualitas Asli Indonesia

11 Oktober 2016

Kecap dapat dikatakan sebagai salah satu pelengkap makanan yang kerap digunakan masyarakat Indonesia. Karena itu,...

Swasembada Kedelai, Indonesia Butuh 2 Tahun Lagi

11 Oktober 2016

Kementerian Pertanian menargetkan Indonesia bisa swasembada kedelai pada 2018 dengan penyaluran bantuan benih dan sarana...

Pamor Kedelai Edamame Indonesia Turun

11 Oktober 2016

Meski pun tidak begitu populer untuk dikonsumsi di dalam negeri, namun budidaya edamame cukup marak...

Mengapa pilih tempe untuk bisnis kuliner di London?

11 Oktober 2016

Seorang pemilik warung tempe di London mengatakan ia sangat suka tempe dan belajar di banyak...

Keseharian "bule penjual tempe" di London

11 Oktober 2016

Seorang warga Inggris yang memiliki warung tempe di London bercerita tentang kegiatannya dalam satu minggu...

Kunjungan Web

Hari ini1337
Kemarin2725
Minggu ini14721
Bulan ini54572
Total773391

Nampak
  • IP Anda: 18.206.13.39

August 2019
S M T W T F S
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
Copyright © 2019 Pekakekal (Pengembangan Kajian Kedelai lokal) All Rights Reserved.
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada