Sabtu, 18 Februari 2017 14:24

Peningkatan Produktifitas dan Kualitas Hasil Produksi Tanaman Kedelai Lokal melalui Penerapan Expert System pada Drip Irrigation dan Micro Climate Control

Ditulis oleh
Nilai artikel ini
(0 votes)

Kedelai bagi bangsa Indonesia merupakan tanaman palawija yang menjadi sumber utama protein nabati dan memiliki arti penting dalam meningkatkan ketahanan pangan. Saat ini, produktifitas kedelai ditingkat petani terus mengalami penyusutan dan kebutuhan benih yang berkualitas bagi petani masih kesulitan didapatkan. Kualitas benih dan harga jual yang rendah menjadikan budidaya kedelai belum dapat meningkatkan insentif bagi petani.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, rata-rata produktivitas kedelai nasional tidak mengalami kenaikan yang berarti di kisaran 1,3-1,5 ton/ha. Sementara itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui program Peningkatan Teknologi Tepat pada produksi kedelai di tingkat petani bisa mencapai 1,7-3,2 ton/ha. Beberapa varitas kedelai yang telah dilepas, menunjukkan potensi produktivitasnya bisa mencapai lebih dari 3 ton/ha. Perbedaan nilai potensi dan hasil produktivitas yang terjadi menunjukkan indikasi penerapan teknologi dalam budidaya kedelai oleh petani perlu diberikan. Peningkatan produktifitas kedelai yang mengefisiensikan unsur nutrisi, kebutuhan air (drip irrigation), pengaturan kondisi iklim mikro dan parameter pertumbuhan menjadikan hal yang dipentingkan dalam penelitian ini. Saat ini produktifitas di petani budidaya kedelai dicapai pada rata rata produksi 1,7ton /ha dengan rata rata waktu umur tanam 80 hari. Pada saat musim tanam, benih kedelai berkualitas bagi petanipun masih kesulitan didapatkan.

Teknologi sistem berbasis kepakaran (expert system) memuat sistem basis pengetahuan terhadap unsur kebutuhan nutrisi, parameter pertumbuhan tanaman yang terukur, debit kebutuhan air (drip irrigation) dan pengaturan kondisi iklim mikro (Micro Climate Control) yang diharapkan akan membuat pertumbuhan optimal tanaman kedelai dapat terpenuhi. Sistem yang dikembangkan akan memfungsikan hasil optimal budi daya tanaman kedelai pada produktifitas hasil panen. Sistem berbasis expert system dirancang mudah diadopsi dan diterapkan ditingkat masyarakat petani. Sistem juga akan mampu menghasilkan umur panen lebih pendek, peningkatan kualitas kedelai baik untuk benih dan produksi dan higienitas hasil panen kedelai.

Read 1137 kali Last modified on Sabtu, 18 Februari 2017 14:36

Comments  

# Linda 2019-03-02 22:15
Hi. I have checked your pekakekal.org and i see you've got some duplicate content so probably it is the reason that you don't rank hi in google.

But you can fix this issue fast. There is
a tool that generates articles like human,
just search in google: miftolo's tools

Here is my blog ... ErikBig: https://KaceyBad.wix.com
Reply | Reply with quote | Quote

Add comment


Security code
Refresh

Kedelai Hitam Malika, Kedelai Berkualitas Asli Indonesia

11 Oktober 2016

Kecap dapat dikatakan sebagai salah satu pelengkap makanan yang kerap digunakan masyarakat Indonesia. Karena itu,...

Swasembada Kedelai, Indonesia Butuh 2 Tahun Lagi

11 Oktober 2016

Kementerian Pertanian menargetkan Indonesia bisa swasembada kedelai pada 2018 dengan penyaluran bantuan benih dan sarana...

Pamor Kedelai Edamame Indonesia Turun

11 Oktober 2016

Meski pun tidak begitu populer untuk dikonsumsi di dalam negeri, namun budidaya edamame cukup marak...

Mengapa pilih tempe untuk bisnis kuliner di London?

11 Oktober 2016

Seorang pemilik warung tempe di London mengatakan ia sangat suka tempe dan belajar di banyak...

Keseharian "bule penjual tempe" di London

11 Oktober 2016

Seorang warga Inggris yang memiliki warung tempe di London bercerita tentang kegiatannya dalam satu minggu...

Kunjungan Web

Hari ini571
Kemarin2079
Minggu ini5840
Bulan ini37987
Total559314

Nampak
  • IP Anda: 18.212.83.37

May 2019
S M T W T F S
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31
Copyright © 2019 Pekakekal (Pengembangan Kajian Kedelai lokal) All Rights Reserved.
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada